Troubleshoot

Troubleshoot: Print Tidak Menempel Pada Bed

Hasil printing yang baik tentunya menjadi keinginan setiap kita yang ingin membuat benda dengan 3d printer. namun sebelum mengejar akurasi tinggi dalam printing, tentunya kita harus memiliki printer yang stabil, entak secara mekanis maupun secara program. pengaturan pada awal printing juga menjadi suatu hal yang penting, karena jika tidak baik, maka bisa menimbulkan berbagai macam permasalahan.

Salah satu masalah yang dapat timbul pada awal printing adalah tidak menempelnya benda print pada bed printer. jika dari awal saja benda tidak menempel, bagaimana printer akan melanjutkan ke layer-layer berikutnya? tentu saja tidak mungkin.
maka disini akan di bahas beberapa solusi yang dapat di lakukan untuk menyelesaikan permasalahan di atas. solusi-solusi ini di ambil dari halaman web Simplify3D tentang Print Not Sticking to the Bed.

Permukaan Dasar printer tidak lurus/level

berepara printer biasanya menggunakan bed yang dapat di atur posisinya. tentunya ketika posisi bed ini tidak diatur dengan baik, maka akan menimbulkan permasalahan ketika printing. jika printer anda memiliki bed yang dapat di ubah posisinya, maka anda perlu melakukan bed leveling. ketika bed tidak di atur posisinya, maka bisa jadi ketika printing, nozzle akan lebih dekat dengan bed di satu sisi, dan terlalu jauh di sisi lainnya. anda dapat mengatur kelevelan dengan menggunakan water pass yang diletakkan pada bed anda hingga mencapai posisi yang level.

Printing dimulai dengan posisi nozzle terlalu jauh dari bed

Ketika anda sudah melakukan leveling bed, dan posisi bed sudah level, anda perlu juga memastikan bahwa nozzle akan memulai printing dengan ketinggian yang tepat sesuai dengan posisi relatif nozzle terhadap bed. di sini di perlukan posisi yan pas, tidak terlalu jauh, tidak terlalu dekat. agar plat dasar anda menempel dengan baik, filamen yang keluar dari nozzle perlu sedikit tertekan dengan bed. anda dapat melakukan bed leveling dengan menu leveling yang tersedia pada 3D printer anda. tips dari kami adalah dengan menggunakan secarik kertas yang diletakkan di antara nozzle dan bed. sembari anda mengatur sumbu z nozzle, gerakkan kertas tersebut hingga kertas tersebut “tersangkut” di antara nozzle dan bed. kemudian anda dapat melakukannya dari satu titik ke titik lain.

Kecepatan print layer pertama terlalu tinggi

ketika printer akan mengeluarkan layer pertama dari benda kerja, kita harus memastikan filamen yang keluar menempel dengan baik pada permukaan bed. ketika anda melakukan printing terlalu cepat, plastik yang keluar mungkin tidak memiliki waktu untuk menempel pada permukaan sebelum layer berikutnya di print. membuat kecepatan printing sedikit lambat pada layer pertama menjadi penting agar anda menghasilkan benda printing yang baik! mungkin anda dapat menurunkan kecepatan printing sebesar 50% untuk layer pertama printing anda.  

Pengaturan Temperatur dan Cooling

plastik akan cendrung menyusut sewaktu pendinginan dari temperatur yang hangat. sebagai contoh ketika bahan ABS yang di print dengan suhu 230 C, dan langsung di letakkan pada permukaan printing yang dingin, misalkan suhu ruangan 30 C, ABS yang memiliki tebal 100mm dapat menyusut hingga 1.5mm. ketika anda melihat layer pertama anda awalnya menempel namun kemudia lepas dari permukaan, mungkin pengaturan suhu bed yang tidak tepat dapat menjadi salah satu penyebabnya.

Anda dapat mengatur temperatur bed anda ke suhu yang cukup hangat agar plastik yang keluar tidak terlalu cepat dingin dan akhirnya menyusut. untuk bahan PLA anda dapat mengatur temperatur bed sekitar 60-70 C. untuk bahan ABS biasanya antara 100-120 C.

Beberapa printer mungkin dilengkapi dengan kipas untuk mendinginkan temperatur dari plastik. ketika anda sudah mengatur suhu bed dengan tepat namun plastik tetap tidak mau menempel pada permukaan, mungkin anda dapat mematikan kipas tersebut agar suhu bed lebih stabil selama printing.

Permukaan Build platform

Plastik memiliki kemampuan menempel yang berbeda sesuai dengan bahan yang digunakan pada permukaan bidang kerja. banyak 3d printer menggunakan bidang kerja dengan bahan yagn berbeda beda. bisa jadi logam, kaca atau bahan khusus lainnya. jika anda ingin langsung melakukan printing pada bahan-bahan dasar dari bidang kerja ini, ada baiknya anda memastikan bahwa permukaan bidang kerja bebas dari debu, minyak ,oli atau kotoran lainnya. membersihkan permukaan bidan kerja dengan isopropil untuk bahan kaca misalnya dapat membuat hasil print layer pertama lebih baik.

Atau mungkin jika anda ingin menggunakan bahan yang khusus anda dapat membelinya dari beberapa pembuat printing bed, salah satunya bisa menggunakan produk yang kami sediakan di toko online kami. atau untuk mengakali permukaan yang licin seperti kaca, mungkin anda dapat menggunakan lakban kertas yang ditempelkan ke kaca tersebut

Gunakan Brim dan Raft

Ketika anda sudah menggunakan semua cara di atas namun tetap saja hasil printing anda tidak mau menempel pada bed atau bidang kerja, maka anda dapat menggunakan brim dan raft. brim dan raft ini dapat membuat hasil printing anda lebih aman, brim dapat membuat permukaan printing anda lebih luas sehingga tidak mudah lepas dari bidang kerja. raft dapat digunakan untuk memastikan layer pertama dari benda printing anda menjadi lebih datar dan juga memperluas bidang printing jika mungkin model 3D anda terlalu kecil dan sulit menempel pada bed.

Centralab3D x Centi adalah perusahaan penyedia jasa print 3D terlengkap. Kami menyediakan jasa 3DPrint, penjualan 3d printer, Service mesin hingga Upgrade mesin.

© Copyright 2019 Centralab3D x Centi

To Top